Articles

5 Alat Seduh Kopi Manual Ini Wajib Dimiliki Pecinta Kopi
5 Alat Seduh Kopi Manual Ini Wajib Dimiliki Pecinta Kopi
Admin
26 April 2019
487
Tak perlu punya mesin kopi yang mahal. Beberapa alat seduh kopi ini punya harga yang terjangkau dan cocok untuk seduh kopi di rumah. Alat seduh kopi ini juga sangat mudah didapat. Cukup punya bubuk kopi kesukaan kita kemudian seduh dengan air panas di dalam alat seduh ini. Dijamin setiap pagi Anda akan lebih bersemangat menikmati racikan kopi yang nikmat. Berikut ini beberapa alat seduh kopi yang enak dan mudah digunakan di rumah. 1. Moka Pot Memiliki bentuk yang hampir sama dengan teko untuk memasak air. Moka pot ini bisa bikin seduhan kopi makin pekat. Moka pot ini dapat mengalirkan air yang menguap melewati bubuk kopi. Jika Anda menggunakan Moka Pot, perlu bubuk kopi yang sangat halus sehingga lebih mudah menghasilkan rasa kopi yang nikmat. Dibandingkan dengan alat seduh lain. Moka pot dapat dipakai hanya dengan menggunakan kompor dan tinggal menunggu kopi keluar ke permukaan. 2. French Press French press jadi alat seduh kopi yang kini paling populer. Bentuknya sederhana dan cara penggunaannya sangat mudah. Alat seduh kopi ini memiliki alat saring di bagian bawah sehingga ampas kopi akan terpisah dengan air. Menyeduh kopi dengan alat ini akan menghasilkan seduhan tanpa ampas. Kopi-kopi yang biasanya diseduh adalah single origin seperti kopi Arabika Mandailing, Gayo hingga Robusta. 3. V60 V60 merupakan alat seduh kopi berjenis pour over. Menyeduh dengan alat ini bisa digunakan dengan cara menuangkan air panas secara perlahan di atas kopi dan perlahan menetes di bawahnya. Kabarnya dengan menggunakan jenis seduhan kopi ini bisa menghasilkan rasa yang sedikit agak fruitty. 4. Vietnam Drip  Berbahan stainless steel, Vietnam Drip biasanya menggunakan dark roast coffee dan campuran susu kental manis untuk menyeimbangkan rasa pahit. Untuk menyeduh dengan menggunakan Vietnam Drip ini metal cup ditaruh di atas cangkir kemudian kunci metal dikaitkan dengan cangkir. Lalu kopi ditaruh di atas saringan dan disiram air panas. 5. Rok Presso Digunakan juga di kafe, alat ini bisa digunakan untuk menghasilkan espresso. Alat seduh espresso ini juga tidak membutuhkan listrik dan sudah dilengkapi dengan portafilter. Sumber : https://food.detik.com/
Read More
Budaya Meminum Kopi Dalam Masyarakat Kita
Budaya Meminum Kopi Dalam Masyarakat Kita
Admin
26 April 2019
513
Sebuah warung di ujung jalan dekat tampak sepi hanya tampak seorang penjual menunggu datangnya pembeli. Tidak lama kemudian datanglah seorang pria paruh baya memasuki warung dan memesan secangkir kopi, selang beberapa menit kemudian datanglah pemuda memesan minuman yang sama. Sembari menyeruput kopi yang telah tersaji dihadapan mereka, mulailah mereka membuka obrolan yang tampaknya berlangsung sangat gayeng dan hangat. Begitulah keajaiban dari secangkir kopi yang bisa mengakrabkan dua orang yang belum pernah saling kenal sebelumnya, perbedaan umur yang terpaut cukup jauh seolah hilang dan layaknya teman sebaya mereka saling bertukar pengalaman. Budaya meminum kopi telah begitu kuat mengakar di negara kita, Indonesia. Negara Indonesia memiliki dua provinsi yang dikenal sebagai sentranya kopi yaitu, provinsi Aceh dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kopi Aceh mempunyai rasa dan kekentalan tersendiri menjadi ciri khas dari daerah ini selain itu Aceh adalah penghasil kopi arabika di Indonesia memiliki para pecandu kopi yang luar biasa. Kopi arabika mempunyai rasa yang amat khas jika dibandingkan dengan kopi-kopi yang berasal dari Jawa. Budaya meminum kopi di Aceh seperti tidak mengenal waktu karena bisa berlangsung dari pagi hingga ketemu pagi lagi disertai dengan menikmati gorengan dan obrolan hangat membuat waktu berlalu begitu cepat. Tidak mengherankan jika warung-warung kopi di Aceh akan selalu senantiasa tampak ramai. Yogyakarta pun memiliki kopi yang sudah begitu akrab di telinga penduduk Jawa yaitu kopi joss. Kopi joss adalah kopi tubruk yang dicampuri dengan arang yang masih menyala. Kombinasi dari kopi tubruk dengan arang adalah panas kopi yang begitu awet dan menjadikan rasanya sangat nikmat, cocok untuk dinikmati selama berjam-jam. Oleh karena itu mudah bagi kita untuk menemukan warung-warung angkringan yang menyediakan kopi joss. Sembari menikmati secangkir kopi joss, pengunjung bisa mendiskusikan dan berbicara berbagai hal. Budaya meminum kopi joss adalah salah satu ciri khas kota gudeg dalam menjaga hubungan kekerabatan. Jika kita coba melihat kembali kebelakang bahwa budaya meminum kopi adalah salah satu cara untuk merayakan suatu kejadian penting. Bahkan sejak kecil sudah banyak masyarakat Indonesia yang dikenalkan dengan minuman kopi selain susu. Sampai ada beberapa orang yang merasakan pusing dan tidak enak badan jika mereka tidak bisa meminum setidaknya secangkir kopi dalam sehari. Kopi yang ada di Indonesia sudah lebih dari sekedar minuman penghangat tubuh. Melalui secangkir kopi obrolan-obrolan hangat bisa dimulai, melalui kopi pula kita bisa saling bertukar informasi. Tidaklah mengherankan jika saat ini kopi telah berubah menjadi sebuah fungsi sosial. Tidak ada permusuhan dan persaingan ketika meminumnya, yang ada hanyalah kedamaian, kehangatan, dan keakraban. Budaya meminum kopi telah ada dari Sabang hingga Merauke dan mereka meminumnya dengan cara mereka masing-masing. Di Aceh meminum kopi adalah suatu hal yang wajib dan telah menjadi kebutuhan. Merupakan hal yang susah untuk bisa lepas ketergantungan dari kopi arabika bagi masyarakat Aceh. Lain Aceh lain pula Yogya, begitupula kopi joss berbeda pula dengan kopi arabika yang ada di Aceh. Masyarakat biasa menyeruput kopi joss untuk mengumpulkan kembali balung tulang yang hilang atau istilahnya menjaga hubungan kekerabatan. Melalui secangkir kopi joss pula, sudah banyak deal-deal bisnis yang bisa tercapai. Memang seperti inilah budaya tentang meminum kopi yang ada di Indonesia.
Read More
Sejarah Kopi di Nusantara
Sejarah Kopi di Nusantara
Admin
26 April 2019
473
Berbagai literatur mencatat tanaman kopi berasal dari Abyssinia,4 nama daerah lawas di Afrika yang saat ini mencakup wilayah negara Etiopia dan Eritrea. Namun tidak banyak diketahui bagaimana orang-orang Abyssinia memanfaatkan tanaman kopi. Kopi sebagai minuman pertama kali dipopulerkan oleh orang-orang Arab. Biji kopi dari Abyssinia dibawa oleh para pedagang Arab ke Yaman dan mulai menjadi komoditas komersial. Di masa awal, bangsa Arab memonopoli perdagangan biji kopi. Mereka mengendalikan perdagangan lewat pelabuhan Mocha, sebuah kota yang terletak di Yaman. Dari pelabuhan Mocha biji kopi diperdagangkan hingga ke Eropa. Saat itu Mocha menjadi satu-satunya gerbang lalu-lintas perdagangan biji kopi, sampai-sampai orang Eropa menyebut kopi sebagai Mocha. Memasuki abad ke-17 orang-orang Eropa mulai mengembangkan perkebunan kopi sendiri. Pertama-tama nereka mengembangkannya di Eropa, namun iklim di sana tidak cocok untuk tanaman kopi. Kemudian mereka mencoba membudidayakan tanaman tersebut di daerah jajahannya yang tersebar di berbagai penjuru bumi. Upayanya berhasil, orang-orang Eropa mampu menggeser dominasi bangsa Arab dalam memproduksi kopi. Salah satu pusat produksi kopi dunia ada di Pulau Jawa yang dikembangkan bangsa Belanda. Untuk masa tertentu kopi dari Jawa sempat mendominasi pasar kopi dunia. Saat itu secangkir kopi lebih popular dengan sebutan “Cup of Java”  atau “Secangkir Jawa”. Sumber : https://jurnalbumi.com/
Read More
5 Manfaat Kopi bagi Kesehatan Tubuh
5 Manfaat Kopi bagi Kesehatan Tubuh
Admin
26 April 2019
395
Minuman wajib masyarakat Indonesia terkhusus di pagi hari ini ternyata punya berbagai macam khasiat lho. Berikut manfaat kopi untuk kesehatan tubuh yang jarang Anda ketahui: 1. Mengurangi Risiko Terkena Diabetes Tipe 2 Beberapa peneliti menunjukan bahwa semakin sering Anda meminum kopi tanpa gula, semakin kecil kemungkinan terkena risiko diabetes tipe 2. Hal itu diperkuat dengan sebuah survei yang dilakukan oleh UCLA School of Public Health and Medicine yang melibatkan lebih dari 700 perempuan di tahun 2011. Hasil survei mengatakan, apabila wanita menopause meminum 4 cangkir kopi sehari mampu menurunkan risiko diabetes tipe 2 hingga 50 persen. Pada tahun 2009, para peneliti Australia menemukan manfaat kopi untuk mengobati diabetes. Mereka menyatakan bahwa setiap tambahan satu cangkir kopi dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar 7 persen. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal ‘Archives of Internal Medicine‘. Khasiat kopi dianggap bisa meningkatkan daya tahan tubuh dengan glukosa yang penting bagi metabolisme tubuh, serta mencegah hancurnya proses produksi sel insulin. Selain itu, kopi meningkatkan kadar protein yang disebut hormon seks pengikat globulin dalam darah (sex hormone binding globulin/SHBG), yang memberikan perlindungan terhadap diabetes tipe 2 pada orang yang kelainan genetik. 2. Manfaat Kopi untuk Melawan Kanker Kopi pernah diyakini sebagai penyebab kanker. Namun, peneliti tidak mempertimbangkan faktor lain, seperti kebiasaan merokok dan minum alkohol. Kini, manfaat kopi terbukti bisa melindungi tubuh dari kanker tertentu dengan memperbaiki DNA. Penelitian lain mengatakan kalau minum kopi dapat melawan risiko kanker usus besar, kanker dubur, kanker mulut, dan kanker kerongkongan. Kopi mengandung ratusan senyawa kimia, di antaranya senyawa anti-inflamasi dan antioksidan yang sangat aktif, seperti methylpyridinium. Kopi espresso memiliki 2 sampai 3 kali lipat jumlah senyawa antikanker. 3. Menurunkan Risiko Demensia (pikun) Kebiasaan meminum kopi hangat bisa menurunkan risiko tersebut. Para riset dari Swedia dan Denmark mengadakan survei terhadap lebih dari 1.400 orang dewasa yang mengonsumsi kopi setiap hari. Mereka yang minum 3 hingga 5 cangkir kopi per hari, 65 persen lebih rendah terkena risiko demensia daripada yang hanya meminum dua cangkir atau tidak sama sekali. Antioksidan dari kopi dapat bekerja untuk mengurangi bentuk demensia vaskular. Penelitian lain yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa kafein dalam kopi dapat meningkatkan efisiensi penghalang darah otak, menggagalkan efek negatif dari kolesterol tinggi pada fungsi kognitif, serta kemungkinan meningkatnya energi yang membuat Anda lebih aktif. 4. Melindungi Tubuh dari Penyakit Parkinson Penyakit parkinson disebabkan karena adanya gangguan pada otak, yaitu sistem saraf pusat otak manusia yang mengalami kemunduran. Penyakit ini ditandai dengan ketidakteraturan pergerakan, kesulitan pada saat memulai pergerakan, dan kekakuan otot. Untuk itu, manfaat kopi membantu menurunkan risiko penyakit parkinson bagi kaum pria. Pria yang mengonsumsi 2 hingga 3 cangkir kopi berkafein setiap hari memiliki risiko 25 persen lebih rendah terkena Parkinson. Awalnya, peneliti tidak yakin jika kafein cukup bermanfaat melindungi pria dari parkinson. Namun, sebuah penelitian menemukan sebuah gen yang disebut GRIN2A, yang tampaknya dapat melindungi tubuh dari serangan penyakit ini. 5. Mencegah Depresi khasiat kopi dapat menurunkan risiko depresi menurut beberapa peneliti. Para ilmuwan dari Harvard School of Public Health melaporkan jika orang yang minum empat cangkir kopi atau lebih per hari memiliki risiko 20 persen lebih rendah mengalami depresi. Sedangkan, orang yang mengonsumsi dua sampai tiga cangkir kopi sehari memiliki risiko 15 persen lebih rendah.
Read More
Jenis-Jenis Kopi Nusantara
Jenis-Jenis Kopi Nusantara
Admin
26 April 2019
336
Kopi Sumatera Kopi Sumatera adalah salah satu kopi paling terkenal di dunia. Kopi Sumatera yang paling terkenal berasal dari Sumatera Utara dengan kopi Sidikalang, Lintong dan Mandheling. Kopi Sumatera memiliki cita rasa yang berat. Bisa dikatakan paling berat dan kompleks di antara jenis-jenis kopi yang ada di dunia. Beberapa ahli kopi mengatakan kopi Sumatera memiliki cita rasa unik karena dengan karakteristik dengan aroma rempah dan juga earthy. Kopi Sumatera memiliki tekstur halus dan berbau tajam. Inilah yang menyebabkan kopi Sumatera menjadi salah satu kopi paling laris. Kopi Suamtera diproses dalam dua cara yaitu proses semi-washed dan dry-processed. Ditanam di ketinggian dan kontur tanah ideal menjadikan kopi Sumatera berkualitas terbaik bahkan di mata Internasional. Kopi Sulawesi Tana Toraja adalah daerah yang diberkahi tanah tempat kopi tumbuh subur dengan kualitas yang tak kalah baik dari kopi dari daerah lain. Rasa yang kuat dan kadar asam yang tinggi menjadikan kopi Toraja diminati pasar yang memang menyukai kopi dengan keasaman tinggi. Meskipun sering disebut-sebut bercita rasa mirip dengan kopi Sumatera, tapi kopi Toraja memiliki ciri sendiri yang tentunya berbeda. Kopi Toraja memiliki bentuk biji yang lebih kecil dan lebih mengkilap dan licin pada kulit bijinya. Meskipun memiliki cita rasa asam, kopi Toraja memilki aroma earthy yang khas. Dan menurut ahli kopi aroma itulah yang menjadikan kopi Toraja berbeda dengan karakteristik yang unik pula. Kopi Aceh Gayo Siapa yang tidak kenal dengan kopi Aceh Gayo yang sudah tersohor kenikmatannya? Kopi yang berasal dari daerah Tanah Gayo Aceh Tengah ini menjadi salah satu jenis kopi yang paling banyak dikonsumsi masyarakat maupun yang diekspor ke luar negeri. Kopi Gayo memiliki ciri unik dengan kekhasan aroma yang berbeda dengan kopi-kopi lain di Indonesia. Kopi Gayo menghasilkan sebagian besar jenis kopi Arabika terbaik. Cita rasa kopi Gayo sendiri terasa lebih pahit dengan tingkat keasaman rendah. Aromanya yang sangat tajam menjadikan jenis kopi ini disukai. Tak heran kopi ini menjadi penghasil kopi terbesar di Asia. Meskipun rasanya pahit, kopi Gayo memberi aroma gurih pada setiap tegukan. Kopi Bali Kintamani Kopi yang berasal dari daerah Kintamani Bali nan sejuk ini memang memiliki keunikan cita rasa yang berbeda dari kopi di daerah lain di nusantara. Kopi Bali Kintamani memiliki cita rasa buah-buahan yang asam dan segar. Hal tersebut terjadi dikarenakan tanaman kopi di Bali Kintamani ditanam bersamaan dengan tanaman lain seperti aneka sayuran dan buah jeruk. Kopi jenis ini menggunakan sistem ‘tumpang sari’ bersama dengan jenis tanaman lain. Itu kenapa biji kopinya meresap rasa buah-buahan seperti jeruk. Selain memiliki cita rasa ‘buah’, kopi Bali Kintamani memiliki cita rasa yang lembut dan tidak berat. Keunikanya tersebut di dapat dari letak geografisnya yang unik juga. Bagi kamu yang menyukai cita rasa kopi berbeda, kopi Bali Kintamani bisa menjadi pilihan yang tepat. Kopi Papua Wamena Kopi yang berasal dari wilayah Timur Indonesia ini tumbuh pada ketinggian 1.500 m dengan suhu 20 derajat. Menjadikannya kopi dengan cita rasa ringan dan memiliki keharuman tajam yang nikmat. Kopi Papua Wamena memiliki tingkat keasaman yang rendah, mungkin dikarenakan letak geografisnya dan juga struktur tanah tempat kopi ini bertumbuh. Yang membuat kopi ini berkualitas tinggi adalah para petani menanam kopi ini secara organik karena tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang tentu bisa memengaruhi kopi yang akan dihasilkan. Untuk kamu yang menyukai kopi dengan rasa ringan dan lembut, aroma tajam yang nikmat serta tekstur yang nyaris tanpa ampas, kopi Papua Wamena adalah pilihan yang tak mungkin salah. Kopi Flores Bajawa Flores terkenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan, siapa sangka daerah ini ternyata juga menghasilkan kopi yang tak kalah nikmatnya. Kopi Flores Bajawa adalah kopi yang berasal dari Kabupaten Ngada. Kopi ini tumbuh di dataran Flores yang subur meskipun di kelilingi oleh pegunungan yang masih aktif maupun tidak. Tanah tempat kopi ini dihasilkan ternyata mengandung andosols subur dari abu gunung berapi yang ternyata sangat baik untuk menanam kopi. Dan jadilah kopi Flores Bajawa yang nikmatnya tak kalah dengan kopi nusantara lainnya. Kopi Flores Bajawa biasanya melalui proses giling basah. Kopi ini memiliki sedikit aroma fruity dan sedikit bau tembakau pada after taste-nya. Sebuah keunikan yang mungkin tak didapatkan dari biji kopi yang berasal dari daerah lain. Kopi Jawa Kopi yang berasal dari Pulau Jawa ini ternyata memiliki keunikan cita rasa sendiri. Aroma rempah yang lahir secara alami menjadikan kopi jenis ini dinikmati karena memiliki karakteristik yang berbeda. Meskipun kopi Jawa tidak sekuat kopi Sumatera dan Sulawesi dari segi cita rasa dan aroma, tetapi dia tetap memiliki penikmat sendiri karena aroma tipis rempah yang dihasikan. Menjadikan pengalaman minum kopi terasa lebih unik dan berbeda. Sebagian besar kopi Jawa melalui proses giling basah. Itu jugalah yang membuat cita rasanya tidak terlalu kuat. Meski begitu kopi Jawa tetap diminati karena menurut beberapa ahli, tidak semua kopi nusantara mampu menghasikan kopi yang beraroma ‘rempah’. Sumber : https://majalah.ottencoffee.co.id/
Read More
TOP